Daftar Postingan Saya

Minggu, 30 Juni 2013

MAKALAH ASKEB V (KOMUNITAS) POS KESEHATAN DESA



MAKALAH ASKEB V (KOMUNITAS)
POS KESEHATAN DESA
Dosen Pengampu: Shinta Ayu Nani, S.ST


Di Susun Oleh:
1.   Eni Indarwati                     AKU.11.016
2.   Indra Hariyanti                  AKU.11.029
3.   Nurul Istiq Fitriyah            AKU. 11.039
4.   Saptaning Tyas Mulya     AKU.11.049
5.   Wakhidah Khasanah        AKU.11.062

AKADEMI KEBIDANAN UNISKA KENDAL
Jalan Sukarno-Hatta no.99 Kendal
Tahun Akademik 2012/2013

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Pos Kesehatan Desa” untuk memenuhi tugas askeb V (Komunitas).
Dalam penulisan makalah ini penulis tidak lepas dari berbagai kesulitan dan kekurangan. Namun semua itu dapat diatasi dengan bantuan dari berbagai pihak yang membantu kami.
Terima kasih yang setulusnya penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca untuk penulis. Semoga makalah ini bermanfaat untuk pembaca pada umumnya dan untuk penulis pada khususnya.
                                             
                                                                                                                                                                                                                           Penulis








DAFTAR ISI

Kata pengantar .....................................................................................................  i
Daftar isi ...............................................................................................................  ii
Bab I Pendahuluan
A.    Latar Belakang .........................................................................................  1
B.    Tujuan .......................................................................................................  1
C.   Manfaat ....................................................................................................  2
Bab II Tinjauan Teori
A.    Pengertian Pos Kesehatan Desa .............................................................  3
B.    Tujuan Pos Kesehatan Desa ....................................................................  3
C.   Ruang Lingkup Pos Kesehatan Desa ......................................................  4
D.   Kegiatan Utama Pos Kesehatan Desa ....................................................  5
E.    Fungsi Pos Kesehatan Desa ....................................................................  5
F.    Prioritas Pos Kesehatan Desa .................................................................  5
G.   Manfaat Pos Kesehatan Desa .................................................................  6
H.   Pengorganisasian .....................................................................................  6
I.      Sumber Daya Pos Kesehatan Desa ........................................................  7
Bab III Penutup
A.  Kesimpulan ...............................................................................................  9
B.  Saran ........................................................................................................  10
Daftar Pustaka .....................................................................................................  11


 

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dalam rangka pengembangan peran serta masyarakat, pemerintah telah mendorong pembentukan Pos Kesehatan Desa ( Poskesdes ) / Desa Siaga. Salah satu dukungan pemerintah adalah memberikan Dana Bantuan Sosial Operasional Poskesdes.
Suatu upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang melaksanakan kegiatan-kegiatan minimal pengamatan epidemiologis penyakit menular dan yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa serta factor-faktor risikonya penanggulangan penyakit menular daan yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa serta kekurangan gizi kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan kesehatan pelayanan kesehatan dasar, sesuai dengan kompetensinya.
Pembangunan Poskesdes di maksudkan untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang tinggal jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan. Poskesdes dibangun dalam rangka menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar, menyeluruh dan terpadu dan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa/Kecamatan .
Program Kesehatan yang diselenggarakan oleh Poskesdes merupakan program Desa Siaga untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat sebagai upaya membangun masyarakat mandiri.

B.  Tujuan
Agar mahasiswa mampu menguasai materi tentang Pos Kesehatan Desa atau PKD, serta dalam mengimplementasikan materi yang telah dipelajari saat ditempatkan di lahan praktik.

C.  Manfaat
1.    Bagi Mahasiswa
Agar mahasiswa mampu memahami tentang materi pos kesehatan desa serta dapat mengimplementasikan materi tersebut saat ditempatkan di lahan.
2.    Bagi Pembaca
Dapat menambah wawasan para pembaca tentang materi pos kesehatan desa atau PKD.
























BAB II
TINJAUAN TEORI

A.  Pengertian Pos Kesehatan Desa
Pos Kesehatan Desa atau biasa disebut PKD atau poskesdes adalah upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan atau menyediakan pelayanan kesehatan dasar masyarakat desa.
Poskesdes dibentuk dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat serta sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan antara upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. Pelayanan pokesdes meliputi upaya promotif, preventif dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan terutama bidan dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela.

B.  Tujuan Pos Kesehatan Desa
Tujuan pos kesehatan desa, antara lain:
1.      Terwujudnya masyarakat sehat yang siaga terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya.
2.      Terselenggaranya promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
3.      Terselenggaranya pengamatan, pencatatan dan pelaporan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa atau KLB serta faktor- faktor risikonya.
4.      Tersedianya upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya di bidang kesehatan.
5.      Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh masyarakat dan tenaga profesional kesehatan.
6.      Terkoordinasinya penyelenggaraan UKBM lainnya yang ada di desa.

C.  Ruang Lingkup Pos Kesehatan Desa
Ruang lingkup poskesdes meliputi upaya kesehatan yang menyeluruh mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan terutama bidan dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela. Contoh kegiatan, antara lain:
1.    Promotif
Dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Contoh kegiatan promotif, antara lain:
a.    Penyuluhan tentang peningkatan gizi bayi dan balita, terutama pada bayi dan balita yang mengalami masalah kurang gizi.
Dalam penyuluhan tersebut bidan sangat berperan, kader kesehatan juga akan berperan dalam kegiatan tersebut.
b.    Penyuluhan tentang kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, bukan hanya bidan yang berperan, namun kader kesehatan dan tokoh masyarakat juga berperan penting.
2.    Preventif
Ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit, dan gangguan terhadap individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Contoh kegiatan preventif, antara lain:
a.    Imunisasi masal terhadap bayi dan balita, serta bumil.
b.    Pemberian vitamin A dan yodium pada balita dan anak sekolah.
3.    Kuratif
Ditujukan untuk merawat dan mengobati anggota keluarga, kelompok dan yang menderita penyakit atau masalah kegiatan.
Contoh kegiatan preventif, antara lain:
a.    Perawatan bumil dengan kondisi patologis.
b.    Pengobatan pada balita sakit.
4.    Rehabilitatif
Merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderita.
Contoh kegiatan rehabilitative, antara lain:
a.    Pada balita yang sakit, setelah di obati, maka bidan akan memberikan KIE tentang pencegahan agar tidak terjadi diare lagi, KIE tentang diit anak. Serta bidan melakukan pemantauan terhadap pemulihan kesehatan anak tersebut. Kegiatan di atas merupakan contoh kegiatan rehabilitatif.

D.  Kegiatan Utama Pos kesehatan desa
Kegiatan utama poskesdes meliputi:
1.      Pengamatan dan kewaspadaan dini (survei penyakit, survei gizi, survei perilaku beresiko dan survei lingkungan dan masalah kesehatan lainnya), penanganan kegawatdaruratan kesehatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana. serta pelayanan kesehatan dasar.
2.      Promosi kesehatan, penyehatan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, dan lain-lain. Kegiatan dilakukan berdasar pendekatan edukatif atau pemasyarakatan yang dilakukan melalui musyawarah mufakat yang disesuaikan kondisi dan potensi masyarakat setempat.

E.  Fungsi Pos Kesehatan Desa
Fungsi pos kesehatan desa, antara lain:
1.      Sebagai wahana peran aktif masyarakat di bidang kesehatan.
2.      Sebagai wahana kewaspadaan dini terhadap berbagai resiko dan masalah kesehatan.
3.      Sebagai wahana pelayanan kesehatan dasar, guna lebih mendekatkan kepada masyarakat serta meningkatkan jangkauan dan cakupan pelayanan kesehatan.
4.      Sebagai wahana pembentukan jaringan berbagai UKBM yang ada di desa.

F.  Prioritas pengembangan pos kesehatan desa
1.      Desa/ kelurahan yang tidak terdapat sarana kesehatan. Adapun desa yang terdapat puskesmas pembantu masih memungkinkan untuk diselenggarakan poskesdes.
2.      Desa di lokasi terisolir, terpencil, tertingal, desa di perbatasan atau kepulauan.

G. Manfaat Pos Kesehatan Desa
1.    Bagi masyarakat
a.   Permasalahan di desa dapat terdeteksi dini, sehingga bisa ditangani cepat dan diselesaikan, sesuai kondisi, potensi dan kemampuan yang ada dalam masyarakat.
b.   Masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang dekat.
2.    Bagi kader
a.    Mendapat informasi awal di bidang kesehatan.
b.    Mendapat kebanggaan, dirinya dapat lebih berkarya bagi masyarakat.
3.    Bagi puskesmas
a.    Memperluas jangkauan pelayanan puskesmas dengan mengoptimalkan sumber daya secara efektif dan efisien.
b.    Mengoptimalkan fungsi puskesmas sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
4.    Bagi sektor lain
a.   Dapat memadukan kegiatan sektornya di bidang kesehatan.
b.   Kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

H.  Pengorganisasian
1. Tenaga poskesdes
a.   Tenaga masyarakat
1)    Kader
2)    Tenaga sukarela lainnya
Tenaga masyarakat minimal 2 orang yang telah mendapat pelatihan khusus

b.   Tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan yaitu minimal terdapat seorang bidan yang menyelenggarakan pelayanan.
3.   Kepengurusan
Kepengurusan dipilih melalui musyawarah mufakat masyarakat desa, serta ditetapkan oleh kepala desa. Struktur minimal terdiri dari pembina ketua, sekretaris, bendahara dan anggota.
4.   Kedudukan dan hubungan kerja
a.    Poskesdes merupakan kooedinator dari UKBM yang ada (misalnya: posyandu, poskestren, ambulan desa).
b.    Pokesdes dibawah pengawasan dan bimbingan puskesmas setempat. Pelaksanan poskesdes waib melaporkan kegiatannya kepada puskesmas, adapun pelaporan yang menyangkut pertanggungjawaban keuangan disampaikan kepada kepala desa.
c.    Jika wilayah tersebut terdapat puskesmas pembantu maka poskesdes berkoordinasi dengan puskesmas pembantu yang ada tersebut.
d.    Poskesdes di bawah pimpinan kabupaten/ kota melalui puskesmas. Pembinaan dalam aspek upaya kesehatan masyarakat maupun upaya kesehatan perorangan.

I.    Sumber Daya Pos Kesehatan Desa
1.    Poskesdes diselenggarakan oleh tenaga kesehatan (minimal seorang bidan), dengan dibantu oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang kader.
2.    Untuk penyelenggaraan pelayanan Poskesdes harus tersedia sarana fisik bangunan, perlengkapan (tempat tidur, meja periksa, lemari penyimpan obat, lemari penyimpan peralatan, ruang tunggu, ruang periksa) dan peralatan kesehatan (celemek, duk bolong sedang, perlak tebal lunak, sarung tangan berbagai ukuran, baki logam tempat peralatan steril, pompa payudara untuk ASI, korentang, Waskom, kassa steril, bengkok, tourniquet, Hb  set, speculum, meja gynekologi, stetoskop, tensimeter, timbangan BB, timbangan TB, alat pemasang serta pelepas IUD, dan lain-lain). Guna kelancaran kornunikasi dengan masyarakat dan dengan sarana kesehatan (khususnya, Puskesmas), Poskesdes seyogyanya memiliki juga sarana komunikasi (telepon, ponsel, atau kurir).
3.    Pembangunan sarana fisik Poskesdes dapat dilaksanakan melalui berbagai cara, yaitu dengan urutan alternatif sebagai berikut:
1)    Mengembangkan Pondok Bersalin Desa (Polindes) yang telah ada menjadi PKD.
2)    Memanfaatkan bangunan yang sudah ada, yaitu misalnya Balai RW, Balai Desa, Balai Pertemuan Desa, dan lain-lain.
3)    Membangun baru, yaitu dengan pendanaan dari Pemerintah (Pusat atau Daerah), donatur, dunia usaha, atau swadaya masyarakat.


















BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Pos Kesehatan Desa (PKD) adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/ menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Poskesdes dapat dikatakan sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan antara upaya-upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. Pelayanannya meliputi upaya-upaya promotif, preventif, dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (terutama bidan) dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela Iainnya.
Poskesdes diharapkan dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa, sekurang-kurangnya:
1.    Pengamatan epidemiologis sederhana terhadap penyakit, terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), dan faktor-faktor risikonya (termasuk status gizi) serta kesehatan ibu hamil yang berisiko.
2.    Penanggulangan penyakit, terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB, serta faktor-faktor risikonya (termasuk kurang gizi).
3.    Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan kesehatan.
4.    Pelayanan medis dasar, sesuai dengan kompetensinya.
5.    Kegiatan-kegiatan lain, yaitu promosi kesehatan untuk peningkatan keluarga sadar gizi, peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS), penyehatan Iingkungan, dan Iain-Iain, merupakan kegiatan  pengembangan.
6.    Poskesdes juga diharapkan sebagai pusat pengembangan atau revitalisasi berbagai UKBM lain yang dibutuhkan masyarakat desa (misalnya Warung Obat Desa, Kelompok Pemakai Air, Arisan Jamban Keluarga, dan lain-lain). Dengan demikian, Poskesdes sekaligus berperan sebagai koordinator dan UKBM-UKBM tersebut.

B.  Saran
Agar masyarakat sehat, maka di lingkungan kita haruslah dibentuk Pos Kesehatan Desa yang bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terdekat dengan masyarakat, juga perlu sumber daya yang mupuni di bidang kesehatan. Tenaga kesehatan disini diharapkan mampu memimpin masyarakat untuk lebih maju lagi terutama di bidang kesehatan. Selain sumber daya dari tenaga kesehatan, sebaiknya masyarakat juga bisa berperilaku hidup sehat serta dapat bergotong royong antar masyarakat.




















DAFTAR PUSTAKA

Meilani, Niken. 2009. Kebidanan Komunitas. Yogyakarta : Fitramaya.
Yuliani, Sinta. 2009. http: // pos-kesehatan-desa. blogspot. Com /2009 /07 / pos- kesehatan-desa.html. 17 Mei 2013. 17.00 WIB.















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar