Daftar Postingan Saya

Minggu, 16 Juni 2013

MAKALAH EPIDEMIOLOGI DALAM PELAYANAN KEBIDANAN



MAKALAH EPIDEMIOLOGI DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
Dosen Pengampu : Maftuchah, S.SiT
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Epidemiologi
                                                                



Disusun oleh :
Kelompok 3
1.    Novita Indra Putri L           AKU.11.035
2.    Nur Latifah                         AKU.11.037
3.    Nurul Istiq Fitriyah             AKU.11.039
4.    Puji Ratnasari                    AKU.11.041
5.    Renita                                AKU.11.043
6.    Rina                                   AKU.11.045
7.    Rizqy Amaliyah                 AKU.11.047
8.    Saptaning Tyas Mulya      AKU.11.049
9.    Siti Nur Faizah                   AKU.11.050


AKADEMI KEBIDANAN UNISKA KENDAL
Jalan Soekarno-Hatta No 99 Telp (0294) 381299
2012/2013


KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah EPIDEMIOLOGI.
Penyusun berharap tulisan ini bisa memberikan wawasan luas untuk memahami tentang Asuhan Kebidanan neonatus bayi dan balita dengan cephalhematoma. Selain itu penyusun berharap tulisan ini dapat menjadi dasar pengantar dan pemenuhan materi perkuliahan EPIDEMIOLOGI.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat sangat membangun, penulis mengharapkan demi kesempurnaan makalah ini dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu penyusunan tulisan ini. Semoga Allah SWT memberkati kita semua.




Penyusun



DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL........................................................................................         i
KATA PENGANTAR.....................................................................................         ii
DAFTAR ISI....................................................................................................       iii

BAB I      PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang....................................................................... ...... 1 
B.     Rumusan Masalah................................................................ ...... 1
C.     Tujuan..................................................................................... ...... 1
D.     Manfaat ..................................................................................       2
 
BAB II    TINJAUAN TEORI
A.     Pengertian.............................................................................. ...... 3
B.     Tujuan..................................................................................... ...... 3
C.     Manfaat................................................................................... ...... 4
D.     Terjadinya Penyakit............................................................... ...... 5
E.     Faktor-faktor Resiko dalam Pelayanan Kebidanan........ ...... 6

BAB III    PENUTUP
A.  Kesimpulan............................................................................ ...... 9 
B.  Saran....................................................................................... ...... 9 

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….   10                       

BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Epidemiologi sebagai suatu ilmu berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan itu dilaterbelakangi oleh beberapa hal yaitu tantangan zaman dimana terjadi perubahan masalah dan perubahan pola penyakit. Sewaktu zaman John Snow, epidemiologi mengarahkan dirinya untuk masalah penyakit infeksi dan wabah. Dewasa ini telah terjadi perubahan pola penyakit ke arah penyakit tidak menular, dan epidemiologi tidak hanya dihadapkan dengan masalah penyakit semata tetapi hal-hal baik yang berkaitan langsung ataupun tidak langsung dengan penyakit, serta masalah kesehatan secara umum dan perkembangan ilmu pengetahuan lainnya.
Pengetahuan kedokteran klinik berkembang begitu pesat disamping perkembangan ilmu-ilmu lainnya seperti biostatistik, administrasi dan ilmu perilaku. Perkembangan ilmu-ilmu ini juga membuat ilmu epidemiologi semakin berkembang.Dengan demikian, terjadilah perubahan dan perkembangan dasar berpikir para ahli kesehatan masyarakat, khususnya epidemiologi dari masa ke masa sesuai dengan kondisi zaman dimana mereka berada.

B.  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan epidemiologi?
2.      Apa saja tujuan/kegunaan epidemiologi?
3.      Menjelaskan bagaimana terjadinya penyakit/ masalah?

C.  TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain :
1.   Mengetahui pengertian epidemiologi.
2.   Mengetahui apa saja tujuan/kegunaan epidemiologi.
3.   Mengetahui bagaimana terjadinya penyakit dan masalah.



D.  Manfaat
1.    Untuk Mahasiswa
Agar mahasiswa mampu memahami tentang pengertian, tujuan, dan manfaat epidemiologi dalam pelayanan kebidanan, serta mahasiswa dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2.    Untuk pembaca
Untuk menambah wawasan bagi para pembaca tentang epidemiologi dalam pelayanan kebidanan.

BAB II
TINJAUAN TEORI

A.  Pengertian
Epidemiologi merupakan suatu cabang ilmu kesehatan untuk menganalisis sifat dan penyebaran berbagai masalah kesehatan dalam suatu penduduk tertentu serta mempelajari sebab timbulnya masalah serta gangguan kesehatan tersebut untuk tujuan pencegahan maupun penanggulangannya. (Noor, 2000).
Epidemiologi berasal dari kata Yunani, dan secara harfiah berarti:
Epi= di atas/ di antara/ yang ada diantara
Demos = populasi, orang, masyarakat, Logos = ilmu.
Jadi epidemiologi secara bebas diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sesuatu (penyakit) yang ada di antara (yang melanda) masyarakat/populasi atau ilmu yang mempelajari epidemi/wabah dengan tujuan mengendalikannya dan mencegah terulangnya kembali. (Slamet, 2005).
Epidemiologi kebidanan atau boleh disebut sebagai epidemiologi dalam layanan kebidanan ialah epidemiologi yang mengkaji tentang distribusi dan determinan morbiditas dan mortalitas dalam bidang kebidanan secara komprehensif. Artinya secara menyeluruh menyangkut seluruh sistem kebidanan termasuk kesehatan ibu dan anak.

B.  Tujuan
Tujuan epidemiologi dalam kebidanan yaitu:
1.   Untuk mengidentifikasi etiologi atau penyebab penyakit atau faktor-faktor risiko terjadinya penyakit yang biasa menyerang ibu selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (42 hari setelah persalinan) serta pada bayi dalam kandungan hingga dilahirkan sampai masa balita.
2.   Bertolak dari nomer 1 tersebut diatas, diharapkan akan didapatkan teknik pencegahannya.




C.  Manfaat
1.    Untuk mempelajari riwayat penyakit
a.   Epidemiologi mempelajari tren penyakit untuk memprediksi tren penyakit yang mungkin akan terjadi.
b.   Hasil penelitian epidemiologi dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat.
2.    Diagnosis masyarakat
Penyakit, kondisi, cedera, gangguan, ketidakmampuan, defek/cacat apa sajakah yang menyebabkan kesakitan, masalah kesehatan, atau kematian di dalam suatu komunitas atau wilayah.
3.    Mengkaji risiko yang ada pada setiap individu karena mereka dapat mempengaruhi kelompok maupun populasi.
a.   Faktor risiko, masalah, dan perilaku apa sajakah yang dapat mempengaruhi kelompok atau populasi.
b.   Setiap kelompok dikaji dengan melakukan pengkajian terhadap faktor risiko dan menggunakan tekhnik pemeriksaan kesehatan, misalnya risiko kesehatan, pemeriksaan , skrining kesehatan, tes kesehatan, dll.
4.    Pengkajian, evaluasi, dan penelitian
a.   Sebaik apa pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan dalam mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan populasi atau kelompok.
b.   Untuk mengkaji keefektifan, efisiensi, kualitas, kuantitas, akses, ketersediaan layanan untuk mengobati, mengendalikan atau mencegah penyakit, cedera, ketidakmampuan atau kematian.
5.    Melengkapi gambaran klinis
a.   Proses identifikasi dan diagnosis untuk menetapkan bahwa suatu kondisi memang ada atau bahwa seseorang memang menderita penyakit tertentu.
b.   Menentukan hubungan sebab akibat misalnya radang tenggorokan dapat menyebabkan demam rematik.
6.    Identifikasi sindrom
Membantu menyusun dan menetapkan kriteria untuk mendefinisikan sindrom, misalnya sindrom down, fetal alcohol, kematian mendadak pada bayi.

7.    Menentukan penyebab dan sumber penyakit
Temuan epidemiologi memungkinkan dilakukannya pengendalian, pencegahan, dan pemusnahan penyebab penyakit, kondisi, cedera, ketidakmampuan atau kematian. (Timmreck, 2004).

D.  Terjadinya Penyakit/Masalah Kesehatan
Masalah kesehatan yaitu sebagai hasil akhir interaksi antara penjamu, agen dan lingkungan. Berikut uraian tentang penjamu, agen, dan lingkungan.
1.      Penjamu ( Ibu Hamil )
Adalah faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan suatu penyakit. Faktor tersebut banyak macamnya, antara lain :
a.   Faktor keturunan
Dalam dunia kebidanan dikenal berbagai penyakit yang dapat diturunkan seperti penyakit alergi, kelainan jiwa, dan beberapa penyakit kelainan darah.
b.   Mekanisme pertahanan tubuh
Jika pertahanan tubuh baik maka dalam batas – batas tertentu beberapa jenis menyakit akan dapat diatasi.
c.   Umur
Pada ibu hamil yang primigravida dibawah umur 20 tahun rentan
terjadi abortus, ini di sebabkan karena sistem reproduksinya yang belum matang.
d.   Jenis kelamin
Beberapa penyakit tertentu ditemukan hanya pada jenis kelamin tertentu saja misalnya kanker serviks atau tumor ovarium hanya ditemukan pada wanita.
e.   Ras
Beberapa ras tertentu diduga lebih sering menderita beberapa penyakit tertentu misalnya penyakit hemofili yang lebih banyak ditemukan pada orang barat, atau rhesus negatif yang prosentasenya lebih banyak pada oraang barat.
f.    Status perkawinan
Status perkawinan tentu berpengaruh terhadap kesehatan seseorang, misalnya orang yang sudah menikah berkali-kali tentu mempunyai risiko yang lebih besar terhadap penyakit sistem reproduksi dibandingkan dengan orang yang baru menikah satu kali.
g.   Pekerjaan
Para manajer yang memimpin suatu perusahaan lebih sering menderita penyakit ketegangan jiwa daripada bawahan.
h.   Kebiasaan hidup
Seseorang yang biasa hidup kurang bersih tentunya lebih mudah terkena penyakit infeksi.
2.      Agen ( hasil konsepsi)
Yaitu janin atau fetus yang ada dalam kandungan  ibu hamil.
3.      Lingkungan
Adalah lingkungan sosial budaya, ekonomi, serta pelayanan kesehatan yang diterima oleh ibu hamil.

E.  Faktor-Faktor Resiko Dalam Pelayanan Kebidanan
Faktor-faktor resiko bagi kematian ibu hamil dapat di klasifikasikan menjadi 4 kategori :
1.      Faktor-faktor Reproduksi
a)  Usia
Umumnya usia wanita untuk hamil normal adalah 20-35 tahun. Jika kurang dari 20 tahun atau lebih dari 30 tahun, maka akan terdapat faktor risiko yang lebih tinggi yang dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi.
b)  Paritas
Semakin banyak paritas dari seorang wanita, maka semakin tinggi resikonya untuk mengalami komplikasi.
c)  Kehamilan tak di inginkan
KTD atau kehamilan tak dinginkan, dalam hal ini sangat beresiko tinggi. Karena bisa saja calon orang tua, terutama calon ibu akan berusaha untuk melakukan terminasi kehamilan, yang selanjutnya akan menimbulkan komplikasi-komplikasi lain.
2.      Faktor-faktor resiko kehamilan
a)  Perdarahan pada abortus spontan
Dimana terjadi perdarahan ringan atau bercak yang menunjukkan ancaman terhadap kelangsungan suatu kehamilan. Dimana sebagian atau keseluruhan hasil konsepsi telah keluar melalui kavum uteri melalui kanalis servikalis.
b)  Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik ialah kehamilan dimana setelah fertilisasi, implantasi terjadi di luar endometrium kavum uteri. Hampir 90% kehamilan ektopik terjadi di tuba uterina.kehamilan ektopik dapat mengalami abortus atau ruptura apabila masa kehamilan berkembang melebihi kapasitas ruang implantasi (misalnya : tuba).
c)  Perdarahan pada trimester III kehamilan
Untuk menurunkan angka kematian ibu di indonesia, departemen kesehatan melakukan strategi agar semua asuhan antenatal dan sekitar 60% dari keseluruhan persalinan dilayani oleh tenaga kesehatan terlatih. Strategi ini dilaksanakan untuk dapat mengenali dan menaggulangi gangguan kehamilan dan persalinan sedini mungkin. Penyiapan sarana pertolongan gawat darurat merupakan langkah antisipasi terhadap komplikasi yang mungkin mengancam keselamatan ibu. Adapun masalah yang sering ditemukan dalam trimester III kehamilan adalah Perdarahan pada kehamilan diatas 22 minggu hingga menjelang persalinan, perdarahan intrapartum, dan prematuritas serta mortalitas perinatal.
d)  Perdarahan post partum
Adalah perdarahan yang melebihi 500 ml. Ditandai dengan perubahan tanda vital pasien mengeluh lemah, berkeringat dingin, mengigil, sesak nafas, sistolik kurang dari 90 mmHg, nadi lebih dari 100 kali/menit, kadar HB kurang dari 8 gr % .
e)  Infeksi nifas
Infeksi Puerperalis, dalah infeksi pada traktus genetalia setelah persalinan, biasanya dari endometrium bekas insersi plasenta.
f)   Distosia bahu
Adalah suatu keadaan dimana tertahannya bahu bayi pada jalan lahir saat persalinan, dikarenakan ada masalah tertentu.
g)  Abortus Provokatus
Abortus yang terjadi dengan sengaja.


3.      Faktor-faktor Pelayanan Kesehatan
a)  Kesukaran untuk memperoleh pelayanan kesehatan maternal
b)  Asuhan medis yang kurang baik
c)  Kekurangan tenaga terlatih dan obat-obat esensial
d)  Faktor-faktor sosial budaya
                     1)   Kemiskinan dan ketidakmampuan membayar pelayanan yang baik
                     2)   Ketidaktahuan dan kebodohan
                     3)   Status wanita yang rendah
                     4)   Pantangan makan tertentu pada wanita hamil.


BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Secara keseluruhan fungsi pokok epidemiologi adalah untuk memastikan bahwa di dalam suatu pupulasi terdapat kelompok yang memiliki angka penyakit, ketidakmampuan, cedera, atau bahkan angka kematian.
Sedangkan epidemiologi dalam pelayanan kebidanan yaitu mengkaji adanya penyebab morbiditas dan mortalitas dalam pelayanan kebidanan. Dimana layanan kebidanan merupakan hal utama untuk mengidentifikasi adanya faktor risiko yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi dan dapat menimbulkan adanya morbiditas dan mortalitas.

B.  Saran
Diharapkan kepada pembaca terutama mahasisiwi kebidanan dapat memahami tentang epidemiologi sehingga dapat melakukan pencegahan dan penatalaksanaan pada proses penyebaran penyakit. Serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas yang menjadi permasalahan dalam pelayanan kebidanan selama ini.




DAFTAR PUSTAKA

Suriani, dkk. 2010. Epidemiologi kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.
Yuliani, Sinta. 2009. http: //ilmu-asuhan-kebidanan. blogspot. Com /2009 /07 / epidemiologi - dalam-pelayanan-kebidanan.html. 17 Mei 2013.
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar