Daftar Postingan Saya

Selasa, 11 Juni 2013

MAKALAH PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM KEADAAN BENCANA



MAKALAH
PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT
DALAM KEADAAN BENCANA

Dosen Pengampu : Awalina Rizqi Nur Vitasari, S.SiT
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat


                                                   

Disusun oleh :

1.      Eni Indar Wati                         NIM : AKU.11.0
2.      Indra Hariyanti                        NIM : AKU.11.029
3.      Nurul Istiq Fitriyah                  NIM : AKU.11.039
4.      Saptaning Tyas Mulya             NIM : AKU.11.0
5.      Wakhidah Khasanah                NIM : AKU.11.0



AKADEMI KEBIDANAN UNISKA KENDAL
Jalan Soekarno-Hatta No. 99 Kendal Telp (0294) 381299
2012/2013

KATA PENGANTAR

            Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu Kesehatan Masyarakat.
            Penyusun berharap tulisan ini bisa memberikan wawasan luas untuk memahami tentang PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM KEADAAN BENCANA. Selain itu penyusun berharap tulisan ini dapat menjadi dasar pengantar dan pemenuhan materi perkuliahan Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat sangat membangun, penulis mengharapkan demi kesempurnaan makalah ini dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu penyusunan tulisan ini. Semoga Allah SWT memberkati kita semua.

                                                                                               





Penyusun





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... ........ i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ....... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... ...... iii

BAB I      PENDAHULUAN.......................................................................... ....... 1
A.       Latar Belakang.......................................................................... ....... 1
B.       Rumusan Masalah..................................................................... ....... 2
C.       Tujuan Penulisan....................................................................... ....... 2

BAB II    TINJAUAN TEORI........................................................................ ....... 3
A.       Sistem Triage............................................................................ ....... 3
B.       Tujuan Penanggulangan Bencana............................................. ....... 4
C.       Organisasi Sistem Pertolongan terhadap Korban Bencana....... ....... 7
D.       Pembagian Daerah Bencana...............................................................
E.        Langkah – Langkah penanggulangan Bencana........................

BAB III    PENUTUP...................................................................................... ..... 12
A.  Kesimpulan............................................................................... ..... 12
B.  Saran......................................................................................... ..... 12

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... ..... 13






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Masalah bencana tidak terlepas dari interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Alam mempunyai kegiatan-kegiatan yang terjadi sebagai akibat interaksi antara unsur-unsur yang ada dalam bumi dengan atmosfirnya dan interaksi dengan planet bumi dengan tata suryanya. Kegiatan-kegiatan alam terjadi secara evolusi. Suatu saat oleh karena alam mengikuti aturan-aturannya, akan timbul secara mendadak dan tak terduga menyebabkan gangguan pada lingkungan, dan gangguan lingkungan ini disebut bencana alam.
Terjadinya bencana alam merupakan akibat langsung gangguan lingkungan, terjadi karena unsur-unsur lingkungan termasuk manusia, yang pada akhirnya nanti akan memberikan akibat positip dan negatip terhadap manusia. Dan salah satu akibat negatipnya adalah yang berhubungan dengan masalah kesehatan masyarakat akibat terjadinya bencana yang menimpa manusia dan lingkungannya.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan beberapa masalah, yaitu :
1. Bagaimana sistem triage ?
2. Bagaimana tujuan penanggulangan bencana ?
3. Bagaimana Organisasi Sistem Pertolongan terhadap Korban Bencana ?
4. Bagaimana Pembagian Daerah Bencana ?
5. Bagaimana Langkah – Langkah penanggulangan Bencana ?

C.     Tujuan Penulisan
1.   Mahasiswa mengerti tentang sistem triage
2.   Mahasiswa mengerti tentang tujuan penanggulangan bencana
3.   Mahasiswa mengerti tentang Organisasi Sistem Pertolongan terhadap Korban Bencana
4.   Mahasiswa mengerti tentang Pembagian Daerah Bencana
5.   Mahasiswa mengerti tentang Langkah – Langkah penanggulangan Bencana
BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    Sistem Triage
Adalah suatu seleksi penderita yang menjamin supaya tak ada penderita yang tidak mendapat perawatan medis. Orang yang melakukan seleksi adalah seorang ahli bedah yang berpengalaman sehingga dapat melakukan diagnosa secara on the spot dengan cepat dan menentukan penanggulangannya.

B.     Tujuan Penanggulangan Bencana
Tujuan managemen bencana yang baik adalah:
1.   Menghindari kerugian pada individu masyarakat , dan negara melalui tindakan dini.
2.   Meminimalisasi kerugian pada individu, masyarakat dan negara berupa kerugian yang berkaitandengan orang, fisik, ekonomi dan lingkungan bila bencana tersebut terjadi, serta efektif bila bencana itu telah terjadi.
3.   Meminimalisasi penderitaan yang ditanggung oleh individu dan masyarakat yang terkena bencana.
4.   Membantu individu dan masyarakat yang terkena bencana supaya dapat bertahan hidup dengan cara melepaskan penderitaan yang langsung dialami.
5.   Memberi informasi masyarakat dan pihak berwenang mengenai resiko
6.   Memperbaiki kondisi sehingga individu dan masyarakat dapat mengatasi permasalahan akibat bencana
7.   Mencegah dan membatasi jumlah korban manusia serta kerusakan harta benda dan lingkungan hidup
8.   Menghilangkan kesengsaraan dan kesulitan dalam kehidupan dan penghidupan korban
9.   Mengembalikan fungsi, fasilitas umum seperti komunikasi atau transportasi, air minum, listrik dan telepon termasuk mengembalikan kehidupan ekonomi dan social daerah yang terkena bencana
10.  Mengurangi kerusakan dan kerugian lebih lanjut.
11.  Meletakkan dasar-dasar yang diperlukan guna pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi dalam konteks pembangunan.

C.     Organisasi Sistem Pertolongan terhadap Korban Bencana
1.   Di  tingkat  Pusat  :  Penanggungjawab  Sekretaris  Jenderal  Depkes  RI  selaku  KetuaCrisis Center, dibantu oleh Dirjen Pelayanan Medik dan P2MPLP.
2.   Dalam melaksanakan tugas konsultasi dengan BAKORNAS PB, dibawah Menko Ksra dan sektor lain terkait.
3.   Di tingkat Propinsi : Penanggungjawab adalah Kepala Kantor Wilayah Depkes RI, dibantu oleh Kepala Dinas Kesehatan Dati I dan Direktur RS Rujukan Wilayah. Dalam melaksanakan tugas dibawah koordinasi SATKORLAK PB yang diketahui oleh Gubernur.
4.   Di tingkat Kabupaten : Penanggung jawab adalah Kepala Dinas Kesehatan Dati II, dibantuDirektur RS rujukan Dati II. Dalam melaksanakan tugas dibawah koordinasi SATLAK PB yang
diketui oleh Bupati KDH Tk. II.

D.    Pembagian Daerah Bencana
Daerah bencana dibagi 3 (tiga) lingkaran, yaitu :
1.   Daerah lingkaran I melakukan pertolongan medik secara cepat, tepa t, dan melalui RapidHealth and Need Assessment untuk meminta dan Lingkaran II dan III, jika diperlukan.
2.      Daerah  lingkaran  II  mencegah  meluasnya  dampak  bencana  (man  made  disaster:kebakaran/ industri), memberikan bantuan medik dan menerima korban bencana.
3.   Daerah lingkaran III menyiapkan dan memberikan bantuan medik (jika diper -lukan) danmelakukan evakuasi korban bencana ke daerah lingkaran II dan atau III


E.     Langkah-Langkah dalam Penanggulangan Bencana
1.   Pengkajian awal terhadap korban bencana, yang mencakup:
a.    Keadaan jalan napas, apakah terdapat sumbatan napas? Sifat pernapasan cepat, lambat, tidak teratur.
b.   Sistem kardiovaskular, meliputi tekanan darah; tinggi atau rendah; nadi cepat, lambat atau lemah
c.    Sistem musladoskeletal, seperti luka, trauma, fraktur
d.   Tingkat kesadaran, komposmentis-koma
2.   Pertolongan darurat
Evaluasi melalui sistem triage sesuai dengan urutan prioritas.
a.    Atasi masalahjalan napas, atur posisi (semi Fowler, Fowler tinggi), bebaskan jalan napas dari sumbatan, berikan oksigen sesuai kebutuhan, awasi pernapasan.
b.   Atasi perdarahan, bersikan luka dari kotoran dan benda asing, desinfeksi luka, biarkan darah yang membeku, balut luka.
c.    Fraktur atau trauma, imobilisasikan dengan memasang spalak, balut.
d.   Kesadaran terganggu, bebaskan jalan napas, awasi tingkat kesadaran dan tanda-tanda vital.
3.   Rujukan segera ke puskesmas/rumah sakit
Dengan menyiapkan ambulan dan melakukan komunikasi sentral ke pusat rujukan.
Persiapan Perlengkapan
1)   Perlengkapan jalan napas
a)   Resusitasi (manual, otomatik, laringoskop, nasotrakeal, gudel)
b)   Oksigen set lengkap
c)   Suksion
2)   Alat-alat perlengkapan intravena
a)   Infus set
b)   blood set
c)   cairan infus (NaCL, glukosa, ringer laktat, plasma fusin, dsb.)
d)  spuit 5- 10 cc
e)   standar infus
f)    gunting, plester, manset, venaseksi set
3)   Bahan-bahan untuk keperluan trauma
a)    bidai dengan segala ukuran untuk kaki, tangan, leher, tulang, punggung
b)   verban dengan segala ukuran
c)    kain kasa
d)   gips
e)    benang, catgut dan jarum berbagai ukuran
f)    larutan desinfektan (alkohol, betadin, obat merah, dsb.)
4)   Perlengkapan lain
a)   Selimut
b)   Pembalut
c)   kain segitiga
d)  tensimeter
e)    usungan dsb.
5)   Obat-obatan
a)    Analgesic
b)   Antikoagulan
c)    antiinflamsivitamin, dll





















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Bencana alam  merupakan sebuah musibah  yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya.  Apabila bencana tersebut telah datang maka akan menimbulkan kerugian dan kerusakan yang membutuhkan upaya pertolongan melalui tindakan tanggap bencana yang dapat dilakukan oleh perawat.
B.     Saran
Sebagai seorang calon bidan diharapkan bisa turut andil dalam melakukan kegiatan tanggap bencana. Sekarang tidak hanya dituntut mampu memiliki kemampuan intelektual namun harus memilki jiwa kemanusiaan melalui aksi siaga bencana.




















DAFTAR PUSTAKA


Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Oleh Drs. Nasr
ul Effendy
http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_alam diakses tanggal 11 Juni 2013 pukul 20.53 WIB








Tidak ada komentar:

Posting Komentar