Daftar Postingan Saya

Jumat, 05 Oktober 2012

Asuhan Kebidanan IV (Patologi) Kelainan dalam Lamanya Kehamilan “ IUDR dan IUFD “


ASUHAN KEBIDANAN IV (PATOLOGI)
Dosen Pengampu : Hj. Masruroh, S.SiT. MKes
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan IV (Patologi) Kelainan dalam Lamanya Kehamilan “ IUDR dan IUFD “

                                                                

 





Disusun oleh :
1.   Nurul Istiq Fitriyah                         III B / AKU.11.039
2.   Rina                                               III B / AKU.11.045
3.   Siti Faizah                                      III B / AKU.11.0


AKADEMI KEBIDANAN UNISKA KENDAL
Jalan Soekarno-Hatta No 99 Telp (0294) 381299
2011/2012











KATA PENGANTAR

            Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ASUHAN KEBIDANAN IV (PATOLOGI).

            Penyusun berharap tulisan ini bisa memberikan wawasan luas untuk memahami tentang Asuhan Kebidanan Patologi kelainan dalam lamanya kehamilan mengenai Intra Uterine Growth Retardation (IUGR) dan Intra Uterine Fetal Death (IUFD).Selain itu penyusun berharap tulisan ini dapat menjadi dasar pengantar dan pemenuhan materi perkuliahan ASUHAN KEBIDANAN IV (PATOLOGI).

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat sangat membangun, penulis mengharapkan demi kesempurnaan makalah ini dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu penyusunan tulisan ini. Semoga Allah SWT memberkati kita semua.

                                                                                                            Penyusun

                                                                       










DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL..........................................................................................   i
KATA PENGANTAR........................................................................................   ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................   iii

BAB I       PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang..........................................................................  
B.     Rumusan Masalah....................................................................  
C.     Tujuan.......................................................................................  
D.     Manfaat.....................................................................................  
BAB II    TINJAUAN TEORI............................................................................  
A.     Pengertian IUDR......................................................................
B.     Etiologi IUDR............................................................................
C.     Gejala dan Tanda IUDR...........................................................
D.     Pemeriksaan IUDR .................................................................
E.     Penatalaksanaan IUDR............................................................
F.      Terapi IUDR..............................................................................
G.     Pencegahan IUDR...................................................................
H.     Pengertian IUFD.......................................................................
I.       Etiologi IUFD.............................................................................
J.      Faktor Predisposisi IUFD..........................................................
K.     Tanda dan Gejala IUFD............................................................
L.      Penilaian Klinik IUFD................................................................
M.    Diagnosis IUFD.........................................................................
N.     Penanganan Pertolongan Persalinan IUFD.............................
BAB III    PENUTUP........................................................................................  
A.  Kesimpulan...............................................................................  
B.  Saran........................................................................................  
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................




BAB I
PENDAHULUAN

A.        LATAR BELAKANG
Banyak istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa bayi KMK ini menderita gangguan pertumbuhan di dalam uterus (IUGR) seperti Pseudopremature, Small for Dates, dysmature, Fetal Malnutrition Syndrome, Chronic Fetal Distress, IUGR dan Small for Gestational Age (SGA). Batasan yang diajukan oleh Lubchenco (1963) adalah bahwa setiap bayi yang berat lahirnya sama dengan atau lebih rendah dari 10th percentile oleh masa kehamilan pada Denver Intra uterine Growth Curves adalah bayi SGA. Gambaran kliniknya tergantung daripada lamanya, intensitas dan timbulnya gangguan pertumbuhan yang mempengaruhi bayi tersebut.
Kematian bayi dalam kandungan (Intra Uterine Fetal Death)dapat dikarenakan berbagai hal seperti terkena lilitan tali pusat, pendarahan serta akibat tekanan darah tinggi si ibu yang mengandung. Kematian janin dalam kandungan dapat dicegah dengan cara memeriksakan kandungan secara teratur ke dokter. Kalaupun terjadi kelainan pada masa kehamilan, bisa ditanggulangi sedini mungkin. Bayi yang ada dalam kandungan selalu bergerak dan sebagian besar kasus bayi mati dalam kandungan karena kesalahan aktivitas yang dilakukan seperti berolahraga dengan gerakan-gerakan yang cukup giat/berlebihan. Karena itu dianjurkan selama masa kehamilan sebaiknya mengurangi aktivitas yang membahayakan janin dalam kandungan. Hal ini untuk mengantisipasi bayi yang dililit lehernya.Ibu hamil hendaknya selalu berhati-hati jika beraktivitas dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan IUFD dan IUGR?
2.      Apa faktor penyebab dan tanda gejala IUFD dan IUGR?
3.      Bagaimana cara mendiagnosa IUFD dan IUGR?
4.      Bagaimana terapi dan pencegahan IUGR dan IUFD

C.     TUJUAN
Melengkapi tugas ASKEB IV patologi
1.    Untuk memberikan informasi tentang IUFD dan IUGR
2.     Untuk mengetahui tentang definisi IUGR dan IUFD
3.     Untuk mengetahui faktor penyebab dan tanda gejala IUGR dan IUFD
4.    Untuk mengetahui pedoman untuk mendiagnosa IUGR dan IUFD
5.    Untuk mengetahui terapi dan pencegahan IUGR dan IUFD

D.     MANFAAT
Manfaat  yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.   Untuk memberikan gambaran tentang IUGR dan IUFD.
2.   Sebagai bahan masukan untuk memperluas dan memperdalam pemahaman tentang IUGR dan IUFD.





























BAB II

TINJAUAN TEORI
A.    PENGERTIAN IUGR
Definisi menurut WHO (1969), janin yang mengalami pertumbuhan yang terhambat adalah janin yang mengalami kegagalan dalam mencapai berat standard atau ukuran standard yang sesuai dengan usia kehamilannya.
Pertumbuhan janin terhambat (PJT) ditegakkan apabila pada pemeriksaan ultrasonografi (USG) perkiraan berat badan janin berada di bawah persentil 10 dibawah usia kehamilan atau lebih kecil dari yang seharusnya (sesuai grafik). Terminologi “kecil untuk masa kehamilan” adalah berat badan bayi yang tidak sesuai dengan masa kehamilan dan dapat muncul pada bayi cukup bulan atau prematur. Pada umumnya janin tersebut memiliki tubuh yang kecil dan risiko kecacatan atau kematian bayi kecil akan lebih besar baik pada
saat dilahirkan ataupun setelah melahirkan.
Intrauterine Growth Restriction (IUGR) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu kondisi dimana janin lebih kecil dari yang diharapkan untuk jumlah bulan kehamilan
.
Istilah lain untuk IUGR ketuban adalah pembatasan pertumbuhan. Bayi baru lahir dengan IUGR seringkali digambarkan kecil untuk usia gestational (SGA). Janin dengan IUGR ketuban sering diperkirakan memiliki berat kurang dari 10 Perseratus. Ini berarti janin weighs kurang dari 90 persen dari semua fetuses yang sama gestational usia
PJT terbagi atas dua, yaitu:
1.    Pertumbuhan janin terhambat tipe I : simetris atau proporsional (kronis)
Memiliki kejadian lebih awal dari gangguan pertumbuhan janin yang tidak simetris, semua organ mengecil secara proporsional. Faktor yang berkaitan dengan hal ini adalah kelainan kromosom, kelainan organ (terutama jantung), infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Other Agents
2.    . Pertumbuhan janin terhambat tipe II : Asimetris atau disproportional (akut)
Gangguan pertumbuhan janin asimetris memiliki waktu kejadian lebih lama dibandingkan gangguan pertumbuhan janin simetris. Beberapa organ lebih terpengaruh dibandingkan yang lain, lingkar perut adalah bagian tubuh yang terganggu untuk pertama kali, kelainan panjang tulang paha umumnya terpengaruhi belakangan, lingkar kepala dan diameter biparietal juga berkurang. Faktor yang mempengaruhi adalah insufisiensi (tidak efisiennya) plasenta yang terjadi karena gangguan kondisi ibu termasuk diantaranya tekanan darah tinggi dan diabetes dalam kehamilan dalam kehamilan
.
Ada dua betuk IUGR menurut Renfield (1975), yaitu :

1.    Proportionate IUGR
Janin yang menderita distres yang lama dimana gangguan pertumbuhan terjadi berminggu-mingu sampai berbulan-bulan sebelum bayi lahir sehingga berat, panjang dan lingkaran kepala dalam proporsi yang seimbang akan tetapi keseluruhannya masih dibawah masa gestasi yang sebenarnya. Bayi ini tidak menunjukkan adanya wasted oleh karena retardasi pada janin ini terjadi sebelum terbentuknya adipose tissue.
2.    Dispropotionate IUGR
Terjadi akibat distress. Gangguan yang terjadi beberapa minggu sampai beberapa hari sebelum janin lahir. Pada keadaan ini panjang dan lingkaran kepala normal akan tetapi berat tidak sesuai dengan masa gestasi. Bayi tampak wasted dengan tanda-tanda sedikitnya jaringan lemak di bawah kulit, kulit kering keriput dan mudah diangkat, bayi kelihatan kurus dan lebih panjang.
B.    ETIOLOGI
a.   Factor risiko dari Ibu :
a)      Alkohol
b)       Merokok
c)      Obat obatan (Corticosteroid, propanolol, Dilantin, Coumadin, Heroin)
d)      Anemia
e)       Malnutrisi
f)       Berat badan Ibu Kurang dari 50 Kg,
g)       penyakit Jantung Cyanotic
h)       Diabetus Mellitus
b. Factor Risiko dari bayi :
a)    Infeksi selama kehamilan
b)     Infeksi bakteri, virus, protozoa dapat menyebabkan PJT. Rubela dan cytomegalovirus (CMV) adalah infeksi yang sering menyebabkan PJT.
c)     Kelainan bawaan dan kelainan kromosom
d)     Kelaianan kromosom seperti trisomi atau triploidi dan kelainan jantung bawaan yang berat sering berkaitan dengan PJT.
e)    Pajanan teratogen (zat yang berbahaya bagi pertumbuhan janin). Berbagai macam zat yang bersifat teratogen seperti obat anti kejang, rokok, narkotik, dan alkohol dapat menyebabkan PJT
f)     Hemorisis (gangguan sel darah merah)
g)              Kehamilan kembar multiple

c. Faktor Risiko dari Uterus dan Plasenta :
a)     Kelainan plasenta sehingga menyebabkan plasenta tidak dapat menyediakan nutrisi yang baik bagi janin seperti ambruptio plasenta, infark plasenta (kematian sel pada plasenta
b)    Berkurangnya kontraksi uterus
c)    Kelainan tali pusat
d)    Berkurangnya aliran uterus, thrombus dalam pembuluh darah janin dari 1 arteri tali pusat.
 d. Penyebab umum
a)    Social ekonomi yang rendah
b)    Menikah dini
c)    Jarak kelahiran pendek
d)    Diet tidak addekuat karena miskin dan malabsobrsi
C.   TANDA dan GEJALA
            PJT dicurigai apabila terdapat riwayat PJT sebelumnya dan ibu dengan penyakit kronik. Selain itu peningkatan berat badan yang tidak adekuat juga dapat mengarah ke PJT. Dokter dapat menemukan ukuran rahim yang lebih kecil dari yang seharusnya.
D.   PEMERIKSAAN PENUNJANG
            Pemeriksaan ultrasonografi (USG) diperlukan untuk mengukur pertumbuhan janin. Selain itu USG juga dapat digunakan untuk melihat kelainan organ yang terjadi. Pengukuran lingkar kepala, panjang tulang paha, dan lingkar perut dapat dilakukan untuk menilai pertumbuhan janin melalui USG. Penggunaan ultrasound doppler dapat digunakan untuk melihat aliran dari pembuluh darah arteri umbilikalis.
E.    PENATALAKSANAAN
            Pada umumnya sama dengan perawatan neonatus umumnya, tetapi karena bayi ini mempunyai problem yang agak berbeda maka perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1.    Pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterin.
2.     Memeriksa kadar gula darah dengan dextrostix jika hipoglikemi harus segera diatasi.
3.     Pemeriksaan hematokrit dan mengobati hiperviskositasnya.
4.    Bayi membutuhkan lebih banyak kalori dibanding dengan bayi SMK
5.     Melakukan tracheal-washing pada bayi yang diduga akan menderita aspirasi mekonium.
F.    TERAPI
            Kecacatan dan kematian janin meningkat sampai 2-6 kali pada janin dengan PJT. Tatalaksana untuk kehamilan dengan PJT bertujuan, karena tidak ada terapi yang paling efektif sejauh ini, adalah untuk melahirkan bayi yang sudah cukup usia dalam kondisi terbaiknya dan meminimalisasi risiko pada ibu. Tatalaksana yang harus dilakukan adalah:
1.    PJT pada saat dekat waktu melahirkan. Yang harus dilakukan adalah segera dilahirkan
2.    PJT jauh sebelum waktu melahirkan. Kelainan organ harus dicari pada janin ini, dan bila kelainan kromosom dicurigai maka amniosintesis (pemeriksaan cairan ketuban) atau pengambilan sampel plasenta, dan pemeriksaan darah janin dianjurkan.
1)    Tatalaksana umum : setelah mencari adanya cacat bawaan dan kelainan kromosom serta infeksi dalam kehamilan maka aktivitas fisik harus dibatasi disertai dengan nutrisi yang baik. Apabila istirahat di rumah tidak dapat dilakukan maka harus segera dirawat di rumah sakit. Pengawasan pada janin termasuk diantaranya adalah melihat pergerakan janin serta pertumbuhan janin menggunakan USG setiap 3-4minggu.
2)    Tatalaksana khusus : pada PJT yang terjadi jauh sebelum waktunya dilahirkan, hanya terapi suportif yang dapat dilakukan. Apabila penyebabnya adalah nutrisi ibu hamil tidak adekuat maka nutrisi harus diperbaiki. Pada wanita hamil perokok berat, penggunaan narkotik dan alkohol, maka semuanya harus dihentikan.
3)    Proses melahirkan : pematangan paru harus dilakukan pada janin prematur. Pengawasan ketat selama melahirkan harus dilakukan untuk mencegah komplikasi setelah melahirkan. Operasi caesar dilakukan apabila terjadi distress janin serta perawatan intensif neonatal care segera setelah dilahirkan sebaiknya dilakukan. Kemungkinan kejadian distress janin selama melahirkan meningkat pada PJT karena umumnya PJT banyak disebabkan oleh insufisiensi plasenta yang diperparah dengan proses melahirkan.


G.   PENCEGAHAN
            Beberapa penyebab dari PJT tidak dapat dicegah. Bagaimanapun juga, faktor seperti diet, istirahat, dan olahraga rutin dapat dikontrol. Untuk mencegah komplikasi yang serius selama kehamilan, sebaiknya seorang ibu hamil mengikuti nasihat dari dokternya; makan makanan yang bergizi tinggi; tidak merokok, minum alkohol dan menggunakan narkotik; mengurangi stress; berolahraga teratur; serta istirahat dan tidur yang cukup. Suplementasi dari protein, vitamin, mineral, serta minyak ikan juga baik dikonsumsi. Selain itu pencegahan dari anemia serta pencegahan dan tatalaksana dari penyakit kronik pada ibu maupun infeksi yang terjadi harus baik.
H.    PENGERTIAN IUFD
Adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan baik pada kehamilan yang besar dari 20 minggu atau kurang dari 20 minggu (Rustam Muchtar, 1998).
IUFD adalah kematian hasil konsepsi sebelum dikeluarkan dengan sempurna dari rahim ibunya tanpa memandang tuanya kehamilan (Sarwono, 2005).
IUFD atau stilbirth adalah kelahiran hasil konsepsi dalam keadaan mati yang telah mencapai umur kehamilan 28 minggu (atau berat badan lahir lebih atau sama dengan 1000gr).
IUFD Adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan. Kematian janin dalam kandungan (KJDK) atau intra uterine fetal deadth (IUFD), sering dijumpai baik pada kehamilan dibawah 20 minggu maupun sesudah kehamilan 20 minggu.
Sebelum 20 minggu : Kematian janin dapat terjadi dan biasanya berakhir dengan abortus.
Ø Bila hasil konsepsi yang sudah mati tidak dikeluarkan dan tetap tinggal dalam rahim disebut missed abortion.
Sesudah 20 minggu : Biasanya ibu telah merasakan gerakan janin sejak kehamilan 20 minggu
Ø dan seterusnya. Apabila wanita tidak merasakan gerakan janin dapat disangka terjadi kematian dalam rahim.
I.       ETIOLOGI
            Penyebab IUFD antara lain:
1.    Faktor plasenta.
1)    Insufisiensi plasenta
2)     Infark plasenta
3)     Solusio plasenta
4)    Plasenta previa
2.    Faktor ibu
1)    Diabetes mellitus
2)    Preeklampsi dan eklampsi
3)    Nefritis kronis
4)    Polihidramnion dan oligohidramnion
5)    Sifilis
6)    Penyakit jantung
7)    Hipertensi
8)    Penyakit paru atau TBC
9)    Inkompatability rhesus
10) AIDS
11) perbedaan rhesus ibu dengan janin
3.    Faktor intrapartum
1)    Perdarahan antepartum
2)    Partus lama
3)    Anastesi
4)    Partus macet
5)    Persalinan presipitatus
6)    Persalinan sungsang
7)    Obat-obatan
4.    Faktor janin
1)    Prematuritas
2)    Postmaturitas
3)    Kelainan bawaan
4)    Perdarahan otak
5.    Faktor tali pusat
1)    Prolapsus tali pusat
2)    Lilitan tali pusat
3)    Vassa praevia
4)    Tali pusat pendek

J.    FAKTOR PREDISPOISISI
1.    factor ibu (High Risk Mothers)
1)    status social ekonomi yang rendah
2)    tingkat pendidikan ibu yang rendah
3)    umur ibu yang melebihi 30 tahun atau kurang dari 20 tahun
4)    paritas pertama atau paritas kelima atau lebih
5)    tinggi dan BB ibu tidak proporsional
6)    kehamilan di luar perkawinan
7)    kehamilan tanpa pengawasan antenatal
8)    ganggguan gizi dan anemia dalam kehamilan
9)    ibu dengan riwayat kehamilan / persalinan sebelumnya tidak baik seperti bayi lahir mati.
10) riwayat inkompatibilitas darah janin dan ibu
2.    factor Bayi (High Risk Infants)
1)     bayi dengan infeksi antepartum dan kelainan congenital
2)    bayi dengan diagnosa IUGR (Intra Uterine Growth Retardation)
3)    bayi dalam keluarga yang mempunyai problema social
3.    factor yang berhubungan dengan kehamilan
1)    abrupsio plasenta
2)    plasenta previa
3)    pre eklamsi / eklamsi
4)     polihidramnion
5)    inkompatibilitas golongan darah
6)    kehamilan lama
7)    kehamilan ganda
8)    infeksi
9)    diabetes
10) genitourinaria
K.     TANDA DAN GEJALA
1.    Ibu tidak merasakan gerakan janin
Diagnosis :
Nilai DJJ
Bila ibu mendaptkan sedatif, tunggu hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang.
Bila DJJ tidak terdengar, pastikan adanya kematian janin dengan stetoskop ( Doppler).
Bila DJJ baik,berarti bayi tidur.
Rangsang janin dengan rangsangan suara (bel) attau dengan menggoyangkan perut ibu sehingga ibu merasakan gerakan janin. Bila DJJ meningkat frekuensinya sesuai dengan gerakan janin, maka janin dapat dikatakan normal.
Bila DJJ cenderung turun saat janin bergerak, maka dapat disimpulkan adanya gawat janin.
2.    Gerakan janin tidak dirasakan lagi.
Diagnosis :
Gejala dan tannda selau ada. Gejala dan tanda kadang – kadang ada Diagnosis kemungkinan :
Gerakan janinberkurang atau hilang. Nyeri perut hilang timbul atau menetap
Perdarahan pervaginam sesudah hamil 22 minggu. Syok Uterus tegang / kaku. Gawat janin atau DJJ tidak terdengar. Solusio plasenta, gerakan janin dan DJJ tidak ada Perdarahan Nyeri perut hebat Syok Perut kembung / cairan bebas intra abdominal Kontur uterus abnormal Abdomen nyeri. Bagian – bagian janin teraba. Denyut nadi bu cepat Rupture uteri. Gerakan janin berkurang atau hilang
DJJ abnormal(<100/menit atau >140/ menit) Cairan ketuban bercampur mekonium Gawat janin. Gerakan janin / DJJ hilang Tanda – tanda kehamilan berhenti. Tinggi fundus uteri berkurang. Pembesaran uterus berkurang Kematian janin
L.     PENILAIAN KLINIK
            Pertumbuhan janin (-),bahkan janin mengecil sehingga TFU menurun. Bunyi DJJ tidak terdengar dengan stetoskop dan pastikan dengan Doppler.
Keluhan ibu : Berat badan ibu menurun. Tulang kepala kolaps.
USG : untuk memastikan kematian janin dimana gambarannya menunjukan janin tanpa tanda kehidupan. Pemeriksaan HCG urin menjadi negatif.
Komplikasi : Trauma emosional yang berat menjadi bila watuu antara kematian janin dan persalinan cukup lama. Dapat terjadi infeksi bila ketuban pecah. Dapat terjadi koagulopati bila kematian janin berlangsung lebih dari 2 minggu.
M.   DIAGNOSIS
1.    Anamnesis
Ibu tidak merasakan gerakan janin dalam beberapa hari, atau gerakan janin sangat berkurang. Ibu merasakan perutnya tidak bertambah besar, bahkan bertambah kecil atau kehamilan tidak seperti biasanya. Atau wanita belakangan ini merasakan perutnya sering menjadi keras dan merasakan sakit seperti mau melahirkan.
2.     Inspeksi
Tidak terlihat gerakan-gerakan janin, yang biasanya dapat terlihat terutama pada ibu yang kurus.
3.     Palpasi
Tinggi fundus > rendah dari seharusnya tua kehamilan, tidak teraba gerakanan janin. Dengan palpasi yang teliti, dapat dirasakan adanya krepitasi pada tulang kepala janin.
4.     Auskultasi
Baik memamakai setetoskop monoral maupun dengan Deptone akan terdengar DJJ.
5.    Reaksi kehamilan
Reaksi kehamilan baru negatif setelah beberapa minggu janin mati dalam kandungan.
6.    Rontgen Foto Abdomen
Adanya akumulasi gas dalam jantung dan pembuluh darah besar janin
Tanda Nojosk : adanya angulasi yang tajam tulang belakang janin.
Tanda Gerhard : adanya hiperekstensi kepala tulang leher janin
Tanda Spalding : overlaping tulang-tulang kepala (sutura) janin
Disintegrasi tulang janin bila ibu berdiri tegak Kepala janin kelihatan seperti kantong berisi benda padat.
7.    Ultrasonografi
Tidak terlihat DJJ dan gerakan-gerakan janin.
N.    PENANGANAN PERTOLONGAN PERTOLONGAN PERSALINAN IUFD
1.     Penangan umum berikan dukungan emosional pada ibu
2.    Nilai DJJ
3.    Pilihlah cra persalinan dapat secara aktif dengan induksi maupun ekspektatif, perlu dibicarakan dengan pasien dan keluarganya sebelum keputsan diambil.
Bila pilihan penangasalinan adalah akspetif:
1)    Tunggu persalinan spontan hingg dua minggu
2)    Yakinkan bahwa 90% persalinan spontan akan terjadi tanpa komplikasi.
3)    Jika trombosit dalam 2 minggu menurun tanpa persalinan spontan,lakukan penaganan aktif
4)    Jika penanganan aktif akan dilakukan, nilai serviks:
5)    Jika serviks matang, lakukann induksi persalinan dengan oksitosin atau prostaglandin.
6)    Jika serviks belum mtang, lakukan pematangan serviks dengan prostaglandin atau kateter foley.
Catatan: janagan lakukan amniotomi Karena beresiko infeksi.
Persalinan dengan seksio sesarea merupakan alternative terakhir
Jika persalinan spontan tidak terjadi dalam 2 minggu, trombosit menurun dan serviks belum matang, matangkan serviks dengan misoprostol: Tempatkan misoprostol 25mcg di puncak vagina, dapat di ulani sesudah 6 jam. Jika tidak ada respon sesudah 2x25mcg misoprotol, naikan dosis menjadi 50mcgmenjadi setiap 6 jam.
Catatan: jangan biarkan lebih dari 50mcg setiap kali dan jangan melebihi 4 dosis
Jika ada tanda infeksi, berikan antibiotic untuk metritis. Jika tes pembekuan sederhana lebih dari 7 menit atau bekuan mudah pecah, waspadai koagulopati. Berikan kesempatan kepada ibu dan keluarganya untuk melihat dan melakukan berbagai kegiatan ritual bagi janin yang meninggal tersebut. Pemerikasaan patologi plasenta adalah untuk mengungkapkan adanya patologi plasenta dan infeksi.




























BAB III

PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Pertumbuhan Janin Terhambat atau Intra Uterine Growth Restriction adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan nutrisi dan pertumbuhan janin yang mengakibatkan berat badan lahir dibawah batasan tertentu dari usia kehamilannya.Di klasifikasi menjadi 3 tipe:simetris,asimetris,dan gabungan keduanya.Etiologinya terdiri artas faktor ibu,anak dan plasenta. Pada kasus preterm dengan pertumbuhan janin terhambat lakukan 28
pematangan paru dan asupan nutrisi tinggi kalori mudah cerna, dan banyak istirahat.Adapun manajemennya: Pada kehamilan 35 minggu tanpa terlihat pertumbuhan janin dapat dilakukan pengakhiran kehamilan,Jika terdapat oligohidramnion berat disarankan untuk per abdominam,tergantung kondisi janin jika memungkinkan dapat dicoba lahir pervaginam
KJDR adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan.terjadi saat usia kehamilan lebih dari 20 minggu dimana janin sudah mencapai ukuran 500 gram atau lebih. Umumnya, kematian janin terjadi menjelang persalinan saat usia kehamilan sudah memasuki 8 bulan. Etiologinya: Perdarahan : plasenta previa dan solusio placenta,Pre eklamsi dan eklamsi ,Penyakit-penyakit kelainan darah ,Penyakit-penyakit infeksi dan penyakit menular ,Penyakit-penyakit saluran kencing,Penyakit endokrin ,Malnutrisi dan sebagainya.Diagnosisnya bisa melalui IPPA,reaksi kehamilan,Rotgen foto abdomen,USG.

B.    SARAN
1.     Bagi Ibu ibu yang hamil hendaknya memeriksakan dirinya secara rutin mnimal 4 kali selama kehamilan agar bisa dideteksi secara dini bila ada kelainan pada janinnya.
2.    Bagi petugas kesehatan agar senantiasa meningkatkan Pengetahuan dan keterampilannya untuk menurunkan angka mortalitas dan morbiditas Ibu dan anak.
3.    .Bagi teman teman agar belajar yang rajin agar kelak bisa menangani pasien dengan profesional


DAFTAR PUSTAKA

http:/asuhan-kebidanan-pada-iugr-dan-iufd.html diunduh tgl 24 September  2012, 21.10 PM
Nugraheny,Esti.2010.Asuhan Kebidanan Pathologi.Yogyakarta: Pustaka Rihama



Tidak ada komentar:

Posting Komentar